2.18.2008

Telepati 2

Lanjutan dari yang 1..

Sejak kejadian itu, saya penasaran ingin mencoba lagi. Berulang kali saya mencoba memikirkan sesuatu atau seseorang dengan detail yang saya tahu. Saat itulah, saya merasakan hal yang tak terduga, misalnya; saya merasakan orang yang lagi saya pikirkan itu sedang sakit atau orang itu melakukan hal yang ga baik yang bisa merugikan saya, dsb. Biasanya, untuk membuktikan apakah pikiran saya itu benar atau engga, saya langsung meng-sms atau meneleponnya. Dan, benar. Karena, dari telp bisa terdengar suaranya yang sengau atau bendeng (istilah jawa untuk suara orang yang sedang sakit flu) atau serak, dsb.

Tapi sejujurnya, saya adalah orang yang susah percaya dengan hal-hal non logis kayak gitu. Saya cuma mikir, itu adalah kejadian kebetulan yang saya alami. Hingga suatu malam, teman saya (yang juga mengerti hal-hal kayak gitu), mencoba telepati thdp saya. Simple sih. Dia menebak warna pakaian saya yang sedang saya pakai malam itu. Dia minta saya mengirimkannya melalui telepati antar telepon. hmmm..hehehe. Saya menyetujuinya walaupun dengan hati yang ragu. Lalu, telepon ditutup. Dan saya mulai memikirkan dia, lalu hati saya seolah bicara dan menyebut begini "malam ini saya pakai baju dengan warna a,b dan c". Terus menerus saya ucapkan itu dalam hati. Beberapa menit kemudian, dia menelpon saya lagi. Dan, dia bilang gini "Ding, malam ini warna baju lo a..,b,..." Saya ketawa mendengarnya. Lalu saya melanjutkan lagi "Trus apa lagi?" dan ia menjawab, "..aduuhhh ding, gw cape. gw mo mandi dulu ya. ni keringetan kayak abis marathon". Tepat banget! Saya berada antara rasa percaya dan ga percaya.

Well, saya ga tau itu kebetulan atau engga. Puncaknya, ketika saya bertemu dengan seseorang yang sama sekali ga saya kenal. Saat itu kebetulan saya baru saja mengalami kejadian yang ga enak banget (buat saya tentunya..he) sama seseorang anggap saja berinisial A dan sampai terobsesi untuk tidak mau mengenal dia apapun bentuknya. Malah sempat terpikir untuk membencinya. Ceritanya begini, suatu sore, saya pulang ke rumah menaiki angkutan umum yang berhenti di terminal blok m. emang, rute saya itu lewat blok m dengan tujuan akhir terminal lebak bulus. Di terminal itu terbagi beberapa jalur untuk bis-bis yang sama tujuan akhirnya. Saya biasanya naik metromini 72 atau 79 yang lewat pondok indah dan berhenti di terminal lebak bulus. Entah kenapa saat itu saya gak pengen naik 72 ato 79,padahal bis dengan nomer itu lewat terus-terusan di depan saya dengan bangku yang 90% kosong. Ketika ada metromini dengan no 611 hampir melewati saya, entah kenapa saya pingin naik apalagi pas saya lihat rutenya juga sama yaitu berhenti di terminal lebak bulus. Akhirnya, dengan perasaan tak menentu, (saya belum pernah naik bis ini dan jujur, saya juga gak tau lewat rute mana. yang saya liat cuma tulisan Blok M-Lebak Bulus yang ada di kaca besar di depan. Pede banget d pokoknya..! :D).

Bis ini gak langsung jalan. Situasinya begitu padat sehingga untuk keluar dari jalur itu, para bis harus sabar mengantri. Dalam keadaan mengantri itulah, saya yang duduk di dekat sebrang pintu (belakang supir) dan kebetulan saat itu yang ada di bis itu hanya saya, supir, kenek dan 1 orang penumpang di area belakang, melihat dengan jelas ada seorang laki-laki menyebrang menuju jalur saya. Ia melewati bis yang saya naiki. Ketika dia melewati depan bis saya ini, saya (kebetulan lagi melihat ke depan) berpikir begini "wah,kok kayaknya ini orang mau naik bis ini yah? wah gawat!" Kok
yo GR banget ya saya ini. kl dipikir2, saat itu, bis banyak. dan dia juga ga nengok ke arah bis yang saya naiki ini. Untuk menghilangkan perasaan tak menentu ini, saya mencoba mengalihkan pandangan saya ke luar. Dan, ketika saya melihat ke arah pintu masuk, betapa terkejutnya saya krn orang itu benar2 menaiki bis saya. Lalu, muncul lagi suara hati saya, begini bunyinya "wah gawat! kyknya bentar lagi dia mau duduk di samping gw! aduhh jangan sampe d!" huuhhh kl saya bisa menjitak diri saya sendiri saat itu,mungkin saya akan menjitaknya. GR banget!!

Lalu, saya mengalihkan lagi pandangan saya ke arah kanan saya. Saya berusaha menenangkan hati saya dengan berkata "gak mungkin!! GR banget sih gw!! toh juga bangku kosong masih tersedia 70%. " Lagi asyik-asyiknya saya memandangi ibu-ibu penjual permen di luar, saya terkejut dengan hadirnya sosok di samping kiri saya. Dan, ketika saya melihatnya ternyata orang itu. Hmmm.. Lalu, ga lama setelah itu, bis mulai jalan. Entah kenapa, ketika sampai di samping Blok M Plaza, saya merasa, kayaknya sebentar lagi dia mau ngajakin kenalan. hahaha padahal, dia nengok pun engga. huh GR!!! Dan, ternyata ini juga jadi nyata. sekitar 5 menit setelahnya, dia memang ngajak saya kenalan. Perasaan saya tak karuan. Ternyata rumahnya memang dilewati bis itu.

Setelah masa perkenalan yang aneh bin ajaib itu, sering ada kontak. Ya lewat sms atau telp. Hubungan saya dengan dia (anggap saja berinisial B) makin dekat. Saya sempat berpikir "ada apa ya dengan semua ini? Rabb, kenapa saya merasa ada sesuatu di balik ini semua? Semoga ada hikmahnya." Perasaan saya ternyata benar. 3 bulan setelah perkenalan itu, saya tahu ternyata B adalah sepupu A. Itu pun saya tahu secara ga sengaja. Awalnya cuma mau berbagi tentang keadaan orangtua masing-masing. Pekerjaannya apa, dimana,dsb. Gak disangka ternyata B punya sodara yang juga 1 Departemen dengan ortu saya, hanya beda bidang dan lokasi. Sempat terlintas dalam benak saya,"jangan2 dia sodaranya A". Hmm tapi ya namanya juga penasaran, saya tetep menanyakan nama sodaranya sapa. Begitu nama A disebut, saya benar2 merasa seperti tersengat listrik. Untuk lebih memastikannya, saya menanyakan alamat sodaranya itu dimana, anak keberapa hingga no tlp rumahnya. Karena, saya berpikir, nama A kan pasaran. Mungkin ada yang lain. Ya, saya hanya mau memastikan apakah orangnya sama dengan yang saya maksud. Ternyata sama!!!

Akhirnya, begitu sampai di rumah, di dalam shalat, saya hanya bisa bilang " Rabb, Engkau begitu baik dengan tidak mengizinkan aku untuk melupakan dan membenci A". Ya, hikmahnya, Saya sudah tidak membencinya lagi karena sungguh, saya tidak kuasa untuk membencinya. Selalu ada halangan untuk itu. Tapi, saya juga tahu diri dengan keadaannya yang sudah menikah. Yang pasti, ini pengalaman paling berarti buat saya dimana firasat itu memang benar-benar saya rasakan.

Saya ga tahu, apa ini bisa dibilang telepati atau firasat. Yang jelas, saya sering mengalaminya hingga detik ini. Dan itu kadang membuat saya tersiksa karena seolah tahu apa yang ada di pikiran orang lain. Mungkin, lebih baik berpikir kalau kejadian yang saya alami adalah kebetulan yang jarang terjadi. Itu bisa membuat saya lebih ringan.

Telepati / hal seperti ini bisa dipelajari. Om saya pernah bilang begitu.

Ada yang pernah mengalami hal yang pernah saya alami? Atau mau kasih comment?


Telepati 1

Mendengar namanya disebut, yang terbayang di dalam otak saya adalah sesuatu yang berhubungan dengan ilmu non logis. Kalau ditilik dari katanya, terdiri atas 2 kata yaitu tele dan pati. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, tele berarti komunikasi. Sedangkan pati dalam bahasa jawa berarti buruk, mati. Kalau digabungkan, maka berarti komunikasi yang buruk .. atau komunikasi dalam kematian.. huuaaaa serem bener! hehehe..bukan itu ding!

Telepati merupakan istilah yang lazim yang digunakan untuk suatu kemampuan dalam proses pemindahan pikiran, membaca pikiran, pembacaan batin dengan pemikiran yang sama (seperti
dikutip dari http://nusaindah.tripod.com/metatelepati.htm. Awalnya saya ga percaya sampai saya mengalaminya sendiri. Mungkin lebih tepatnya, saya penasaran lalu mencoba membuktikan kebenaran telepati ini.

Ada beberapa kejadian yang mewakilinya. Suatu hari di semester awal saya kuliah. Setelah mengikuti masa2 ujian selama 2 minggu, saya dapet libur karena kebetulan ga ada ujian. Seperti biasanya, jurusan saya emang lebih cepat karena mata kuliah yang diambil di tiap semesternya ga banyak. Bukan karena bodoh, tapi mengingat sks (di beberapa mata kuliah) besar. Nah, saat liburan itulah saya ngerasain nikmatnya deg-degan dengan jantung berdebar tak karuan mengingat hasil ujian. Sampai-sampai, makan nasi berasa makan daging, makan pepaya berasa makan duren, minum air putih berasa minum soda.. (halah, kok malah jadi enak yah?hehehe..ya gitu lah. yang pernah jadi mahasiswa, pasti ngerti gimana rasanya nunggu hasil ujian). Lalu,di saat lagi pusing mikirin hasil ujian (saat itu nilai UAS belum keluar), saya masuk ke kamar dan duduk di pinggir tempat tidur..Saya merenung. Kira-kira IP gw dapet berapa ya? Nah, lalu saya
merem, diem sesaat sambil mencoba mengumpulkan konsentrasi dan mengingat-ingat bagaimana bentuk KHS, lalu membayangkan KHS dengan nama yang tertera adalah nama saya. Dan, ajaib, ga berapa lama setelahnya, hati kecil saya berkata "IP gw semester ini adalah x,xx."

Setelah itu, saya buka mata dan mengingat-ingat apa yang baru saja terjadi. Seolah ga percaya, saya keluar kamar dan bergabung dengan keluarga saya. Saya bingung, kenapa saat mendengar suara hati itu, saya merasa yakin seolah-olah itu memang IP saya. Padahal, kalau dipikir dengan logika, mana mungkin saya tau IP saya.
wong, nilai UAS aja belum keluar. Kalau mengikuti omongan Om Logika, dia pasti bilang gini, "Ini sih bener-bener ngarang". Sekitar sepuluh hari setelahnya, saya ngambil KHS di PA (Penasehat Akademik). Begitu tercengangnya saya ketika saya melihat tulisan di kolom IP yang ada di KHS itu, karena angkanya persis sama dengan yang saya dapat waktu itu melalui suara hati saya.

Mulai saat itu, kehausan akan telepati bukannya menguap tetapi justru semakin membanjiri hati ini.

To be continued....


2.17.2008

Keahlian itu penting!

Suatu hari, saya sedang mengobrol ngalor ngidul sama temen saya (hmm ga bisa dibilang temen juga sih...yah anggaplah begitu). Saya biasa memanggilnya dengan sebutan "Mas" tanpa nama. Bukan karena saya ga tahu namanya, tapi agar terkesan lebih menghormati dia mengingat umurnya yang lebih tua dari saya, walaupun ga seberapa lebihnya. Semua hal yang menyangkut mobil, dibahas karena kebetulan saat itu lagi berada di dalam mobil. Tiba-tiba dia nanya begini ke saya,
" Hmm... ngeles bahasa yang murah dimana ya? yaahh murah tapi bagus gitu" langsung aja saya jawab dengan
guyonan yang ala kadarnya ini,
" Wahh mo ngeles bahasa ya mas? bahasa apa? Perancis aja, Mas..hehehe"
" Perancis? Inggris aja belom bisa. Bahasa Inggris dulu dech."
" Hmmm Bahasa inggris ya? hmm Cambridge bagus. ILP juga. Cuma sih, mungkin mendingan ngelesnya Inggris yang British ya,Mas. (ya mengingat nasihat orang2 terdekat saya,dulu). Kalo dulu sih masih murah (gini-gini, walaupun bahasa inggrisnya teramat pas-pasan,saya dulu juga pernah mencicipi les bahasa. hehehe tapi ga tamat.) "
" Iya. Aku tuh ga bisa bahasa inggris sama sekali. Nah semalem, temenku dateng. Ngobrol sampe jam 2. Ceritanya, dia punya usaha di Singapura. Dia ngajakin aku buat kerja di sana. Syaratnya, aku harus bisa bahasa inggris. hehe..makanya skrg aku pusing. wong, aku ini kan sama sekali ga bisa. Waktu itu aja, ada bule ngajak ngobrol di telp. dia cerita panjang lebar. cas cis cus gitu...lha, mana aku tau. Aku bilang aja gini 'sorry sir..i cannot speak english.' Eh, dia malah nyerocos terus. haha..aku kan jadi bengong. "
" Hahaha... Ya udah lah mas..mending les aja."
" Iya..sebenernya, ada yang nawarin aku kerja. Aku ini kan lulusan STM bangunan. Dikit-dikit ngertilah masalah bangunan. Tp ya itu ..huu aku nyesel."
" Nyesel? Nyesel kenapa, Mas?"
" Iya, dulu pas aku masih sekolah, aku ini nakal. Suka bolos, Suka ngerjain guru. Wali kelasku aja sampe nangis gara-gara anak didiknya bandel-bandel. Termasuk aku. haha...padahal wali kelasku itu laki-laki lho.
Cengeng ya?"
"Hahaha......Bukan wali kelas nya yang
cengeng, tp emang dasar anak-anaknya aja yang gak tau diri. Nahh...knp mas ga les AutoCAD aja?" sahutku...
" Iya,pengennya sih gitu. apalagi pas di STM, ya setidaknya aku dah diajarin dasar-dasarnya. Yang aku denger, keahlian kayak gitu dihargai mahal ya sama orang asing. "
" Yup, emang gitu, Mas. Aku punya temen di Amrik. Dia bilang, gaji drafter itu lebih besar dari arsitek. Jadi, kl Mas punya keahlian apalagi 3D, wahh bisa lumayan banget tuh! "
" Iya ya..Orang asing tuh emang liat dari keahlian bukan tamatan. "
" Bapakku pernah cerita. Dulu, pernah ada di perusahaan asing, seorang manager (pimpinan) cuma lulusan STM dan anak-anak buahnya itu S1 semua. hehehe lucu kan? ya,keahlian itu emang ga bisa dicolong, Mas. " Kata Saya sambil terus memberi support.
" Iya d..nanti aku les bahasa dulu, habis itu baru les CAD. "
"........."

yaa, begitulah bagian dari ceritanya. Sebenernya sih masih berlanjut. Tapi yang ingin saya garis bawahi di sini adalah bahwa orang yang mempunyai keahlian memang lebih dihargai, gak hanya lokal, mancanegara pun menghargainya. Dan justru, dari apa yang saya dengar (dari pengalaman-pengalaman orang-orang terdekat saya), justru orang asing lah yang lebih menghargai orang-orang yang mempunyai keahlian tertentu ini. Timbal baliknya, orang-orang seperti ini yang lebih bisa survive ketimbang orang dengan pendidikan tinggi.

Percaya ga percaya...inilah kenyataannya.

2.14.2008

Bebas!!!

Akhirnya,
Ku dapat lemparkan dengan pasti
Sebuah sikap hati
Yang sampai kapanpun hanya berhiaskan
Lembutnya tutur kata sayapku yang patah kepadamu

Akhirnya,
Ku dapat putuskan
Lebih baik bertahan dalam jalur kerinduan padanya.....

Akhirnya,
Ku bebas melantiknya sebagai bagian jiwaku
Di hadapanmu.....

Akhirnya,
Ku bebas dari dilema itu,

Karena......
Ku telah pastikan bebas dari rantaimu...

Akhir Cerita dari Cerita Akhirku

Inilah akhir cerita dari cerita akhirku
Awalnya penuh bunga dan akhirnya muncul nanah

Hanya ikhlas yang dapat kuhadirkan di hati
Lainnya telah hilang
Karena letih yang memuncak

Tenang saja,
Aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama
untuk kedua kalinya
Karena kutahu rasanya yang melenakan itu

Jika aku boleh mengecap rasa yang sama lagi,
Maka tolong ijinkan aku untuk menggunakan logika ku,
Dan mematikan perasaanku,
Namun tidak dengan nuraniku

HMMMM........
Mungkin ini rumusan yang tepat untuk menghadapi ujian
selanjutnya
Yang sekarang,
Kenangan tetaplah menjadi kenangan
Dan, tidak berwajah (ketika bercermin di hatiku)
Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan ..

Yang perlu kubangun sekarang adalah
pondasi iman yang kokoh
Dan ..
Belas kasih terhadap manusia lain
Belas kasih terhadap manusia lain?????
Kepadanya juga????

Akkhhhhh....!!!!
Seandainya aku bisa menggantinya dengan hukuman yang
sepadan

Okeeeyyy....!!!!
Aku ini fair! Aku ini jujur! Dan... aku ini naif..!??
Jadi,akan kulakukan apapun yang menurut keyakinanku
benar.

Selamat tinggal!