2.17.2008

Keahlian itu penting!

Suatu hari, saya sedang mengobrol ngalor ngidul sama temen saya (hmm ga bisa dibilang temen juga sih...yah anggaplah begitu). Saya biasa memanggilnya dengan sebutan "Mas" tanpa nama. Bukan karena saya ga tahu namanya, tapi agar terkesan lebih menghormati dia mengingat umurnya yang lebih tua dari saya, walaupun ga seberapa lebihnya. Semua hal yang menyangkut mobil, dibahas karena kebetulan saat itu lagi berada di dalam mobil. Tiba-tiba dia nanya begini ke saya,
" Hmm... ngeles bahasa yang murah dimana ya? yaahh murah tapi bagus gitu" langsung aja saya jawab dengan
guyonan yang ala kadarnya ini,
" Wahh mo ngeles bahasa ya mas? bahasa apa? Perancis aja, Mas..hehehe"
" Perancis? Inggris aja belom bisa. Bahasa Inggris dulu dech."
" Hmmm Bahasa inggris ya? hmm Cambridge bagus. ILP juga. Cuma sih, mungkin mendingan ngelesnya Inggris yang British ya,Mas. (ya mengingat nasihat orang2 terdekat saya,dulu). Kalo dulu sih masih murah (gini-gini, walaupun bahasa inggrisnya teramat pas-pasan,saya dulu juga pernah mencicipi les bahasa. hehehe tapi ga tamat.) "
" Iya. Aku tuh ga bisa bahasa inggris sama sekali. Nah semalem, temenku dateng. Ngobrol sampe jam 2. Ceritanya, dia punya usaha di Singapura. Dia ngajakin aku buat kerja di sana. Syaratnya, aku harus bisa bahasa inggris. hehe..makanya skrg aku pusing. wong, aku ini kan sama sekali ga bisa. Waktu itu aja, ada bule ngajak ngobrol di telp. dia cerita panjang lebar. cas cis cus gitu...lha, mana aku tau. Aku bilang aja gini 'sorry sir..i cannot speak english.' Eh, dia malah nyerocos terus. haha..aku kan jadi bengong. "
" Hahaha... Ya udah lah mas..mending les aja."
" Iya..sebenernya, ada yang nawarin aku kerja. Aku ini kan lulusan STM bangunan. Dikit-dikit ngertilah masalah bangunan. Tp ya itu ..huu aku nyesel."
" Nyesel? Nyesel kenapa, Mas?"
" Iya, dulu pas aku masih sekolah, aku ini nakal. Suka bolos, Suka ngerjain guru. Wali kelasku aja sampe nangis gara-gara anak didiknya bandel-bandel. Termasuk aku. haha...padahal wali kelasku itu laki-laki lho.
Cengeng ya?"
"Hahaha......Bukan wali kelas nya yang
cengeng, tp emang dasar anak-anaknya aja yang gak tau diri. Nahh...knp mas ga les AutoCAD aja?" sahutku...
" Iya,pengennya sih gitu. apalagi pas di STM, ya setidaknya aku dah diajarin dasar-dasarnya. Yang aku denger, keahlian kayak gitu dihargai mahal ya sama orang asing. "
" Yup, emang gitu, Mas. Aku punya temen di Amrik. Dia bilang, gaji drafter itu lebih besar dari arsitek. Jadi, kl Mas punya keahlian apalagi 3D, wahh bisa lumayan banget tuh! "
" Iya ya..Orang asing tuh emang liat dari keahlian bukan tamatan. "
" Bapakku pernah cerita. Dulu, pernah ada di perusahaan asing, seorang manager (pimpinan) cuma lulusan STM dan anak-anak buahnya itu S1 semua. hehehe lucu kan? ya,keahlian itu emang ga bisa dicolong, Mas. " Kata Saya sambil terus memberi support.
" Iya d..nanti aku les bahasa dulu, habis itu baru les CAD. "
"........."

yaa, begitulah bagian dari ceritanya. Sebenernya sih masih berlanjut. Tapi yang ingin saya garis bawahi di sini adalah bahwa orang yang mempunyai keahlian memang lebih dihargai, gak hanya lokal, mancanegara pun menghargainya. Dan justru, dari apa yang saya dengar (dari pengalaman-pengalaman orang-orang terdekat saya), justru orang asing lah yang lebih menghargai orang-orang yang mempunyai keahlian tertentu ini. Timbal baliknya, orang-orang seperti ini yang lebih bisa survive ketimbang orang dengan pendidikan tinggi.

Percaya ga percaya...inilah kenyataannya.

2 comments:

Anonymous said...

hmmm
komentar perdana ya...
good job...
kembangkan lagi...
pilihlah topik atw permasalahan yg jarang dibicarakan namun klo mau menceritakan topik yg sudah banyak dibicarakan, harus pintar menceritakan konflik yg berbeda di dalamnya, jangan cuma satu konflik. pilihlah beberapa konflik dan gabungkan/kobinasikan semuanya dalam satu cerita yg "fresh"

~Salam ABC~

dian.koes said...

otre makasih abc.....

tp blog ini adalah pengalaman2 yang aku alami. hehehe....ya sama kayak di kemudian.

ditunggu comments yang kedua,ketiga,dst..

makasih ... :)

-salam-